Kabupaten Malang, TagarJatim.id – Wakil Bupati Malang periode 2021-2024, Didik Gatot Subroto, berharap Kabupaten Malang mampu masuk tiga besar dalam ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) IX Jawa Timur 2025. Hal ini disampaikannya usai menghadiri apel pagi terakhir bersama jajaran Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemerintah Kabupaten Malang di Pendopo Panji, Rabu (19/2/2025).
Didik menekankan pentingnya persiapan matang, terutama bagi Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora), yang bertanggung jawab dalam penyelenggaraan ajang olahraga terbesar di Jawa Timur tersebut.
“Porprov yang akan digelar pada akhir Mei atau awal Juli nanti akan menghadirkan sekitar 14 ribu peserta dan pendukung. Kita harus menyiapkan sarana dan prasarana dengan baik, termasuk fasilitas pendukungnya,” ujar Didik.
Sebagai salah satu tuan rumah, Kabupaten Malang menargetkan prestasi lebih baik dibanding Porprov Jatim VIII 2023 di Sidoarjo, di mana saat itu Kabupaten Malang berada di peringkat lima besar.
“Jika sebelumnya kita di lima besar, maka di Porprov IX Jatim 2025 ini targetnya harus bisa masuk tiga besar,” tegas Didik.
Kabupaten Malang akan menjadi lokasi utama penyelenggaraan 34 cabang olahraga (cabor) dari total 65 cabor yang dipertandingkan di Porprov IX Jatim 2025. Oleh karena itu, selain menyiapkan infrastruktur, Pemkab Malang juga berkomitmen meningkatkan kualitas atletnya agar dapat bersaing di ajang tersebut.
“Sebagai tuan rumah, kita harus benar-benar menyiapkan atlet dengan baik. Jangan sampai target yang dicanangkan tidak tercapai. Ini juga menjadi tolok ukur keberhasilan KONI dalam pembinaan olahraga di Kabupaten Malang,” jelasnya.
Saat ini, Pemkab Malang tengah fokus mematangkan kesiapan fasilitas dan pembinaan atlet demi menyukseskan gelaran Porprov IX Jatim 2025. Selain aspek olahraga, ajang ini juga diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi pertumbuhan ekonomi daerah.
“Diperlukan sinergi dan kolaborasi antar organisasi perangkat daerah untuk menyukseskan Porprov di semua lini, termasuk meningkatkan perekonomian. Kehadiran sekitar 14 ribu orang, mulai dari atlet, pelatih, ofisial, hingga keluarga atlet, tentu akan berdampak pada sektor ekonomi lokal,” pungkas Didik. (*)





















